Profile of OUR Lecturer
Basic Info
- Name:
- STEFANUS SADANA
- Category:
- Organizations - Academic Organizations
- Description:
- Ayo nge-BLOG dan BROADCAST yourself
- Privacy Type:
- Open: All content is public.
Contact Info
- Email:
- sadana@perbanasinstitute.ac.id
- Office:
- ABFI Isstitute Perbanas
- Location:
- Jln Perbanas Karet Kuningan Setiabudi Jakarta 12940, Jakarta, Indonesia
Work and Education
Employer
LecturerI teach for some subject: HR, IT, Selling- Rewards Program Applicationswith Erna WahyuningsihJan 2011 to present
Grad School
College
High School
Sistem informasi mengacu pada kasus BPR KS di atas adalah suatu sistem
yang berbasis komputer menyediakan informasi bagi kantor cabang Bank BPR KS mengenai
pertumbuhan
jumlah nasabah dan pertumbuhan kredit
baik dari segi nominal maupun account dengan memberikan nilai tambah bagi para
nasabahnya.
Bedanya dengan teknologi informasi pada kasus diatas adalah seperangkat alat yang
membantu sistem informasi dalam melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informal, yaitu kasusnya pada bank BPR KS ini dalam menjalankan
sistem informasi tersebut.
Manfaat Sistem Informasi
Manajemen untuk penyimpanan data secara elektronik, mendukung proses analisis
yang diperlukan oleh manajemen, dengan dukungan sistem informasi yang baik maka
dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan mudah diakses
mengenai kondisi penjualan suatu perusahaan, keputusan-keputusan yang diambil
pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap dinamika pasar yang ada, pengurangan
biaya operasional, pengurangan jumlah sumber daya manusia adalah dalam proses
pencatatan transaksi keuangan. Akses transaksi pun menjadi semakin lancar dan
cepat juga dengan tambahan fasilitas setoran tunai melalui mesin ADM (Automatic
Deposit Machine), Pembayaran dapat langsung auto debet dari rekening tabungan induk (Sadaya Praktis
atau Sadaya Klasik). BPR KS ini juga menyediakan electronic gateway dan
fasilitas dilengkapi dengan system informasi berbasis computer (CBIS) yang
bermanfaat memudahkan para nasabahnya dalam kagiatan usaha. Yaitu dengan mengoperasikan 39 unit ATM, 10 unit ADM
(Automatic Deposit Machine), 28 unit SSPP (Self-Service Passbook Printer),
Phone Banking, Call Center 24 jam, SMS Banking & SMS Broadcast, dan
terhubung dengan ATM Bersama, serta EDC (Electronic Data Capture).
2.
Apa perbedaan Data dan Informasi! Bagaimana BPR KS mengolah data menjadi
informasi dalam DBMSe
management systems)?
·
Data :
- Informasi yang disimpan
yang dapat sewaktu-waktu di gunakan oleh penggunannya
- Raw material untuk suatu informasi
- Tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerluka
- Suatu informasi bagi
level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya,
atau sebaliknya.
- Catatan atas kumpulan
fakta.
- Suatu pernyataan yang
diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau
pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau
citra.
- Data diolah sehingga
dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang
lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri (deskripsi)
·
Informasi:
- sesuatu data yang
dikumpulkan untuk mengambil suatu keputusan.
- pengetahuan yang
didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian,
istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum
berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy,
komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
- pengetahuan tentang
peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima
melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari
berita
- berupa koleksi data dan
fakta (informasi
statistik).
- data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan
à Dengan menggunakan Sistem informasi yang dibantu dengan teknologi informasi CBIS, Saat ini mereka telah mengoperasikan 39 unit ATM, 10 unit ADM (Automatic Deposit Machine), 28 unit SSPP (Self-Service Passbook Printer), Phone Banking, Call Center 24 jam, SMS Banking & SMS Broadcast, dan terhubung dengan ATM Bersama, serta EDC (Electronic Data Capture). Dengan adanya sistem informasi tersebut diharapkan dapat membantu para nasabah dalam mencari informasi dan mengambil keputusan dengan akses yang lebih memudahkan dari segi waktu, operasional dan akses yang cepat.
3.
Sebutkan bank/financial institution yang sistem informasinya bagus menurut Anda dengan menunjukkan bukti-bukti!
(TPS, SIM, DSS, EIS, AO, dsb.) Jelaskan dengan menggunakan contoh pengalaman
Anda.
Bank
BCA mengimplementasikan program layanan transaksi perbankan yang lengkap dan
terintegrasi serta Keunggulannya sebagai bank transaksional, BCA menawarkan
rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para
nasabahnya. Sebagai lembaga intermediari keuangan, BCA telah bekerja keras
untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik
bagi nasabah yang potensial. Memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci
keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna, efisien dan mudah.
·
Dari segi TPS
(Transaction Processing System)
Bank BCA
mempunyai rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang actual
bagi para nasabahnya, Jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang
pembantu di seluruh Indonesia, Per 31 Maret 2011 telah
memiliki sekitar 7.555 ATM tunai maupun non-tunai serta ATM Setoran
Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Bank BCA juga secara terus menyempurnakan setiap produk atau jasa kami dengan
menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam
menggunakannya. Semakin banyak fasilitas kami sediakan di ATM, KlikBCA
Individual Internet banking, m-BCA mobile banking, dan sebagainya. Bagi
komunitas bisnis, terutama para pelaku UKM, kami menyediakan jajaran produk dan
jasa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk dan jasa
ini, antara lain, adalah KlikBCA Bisnis dan BCA Bizz. juga menyediakan berbagai
jenis produk kredit untuk memenuhi keperluan pelanggan, seperti Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) BCA, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan
kredit-kredit korporasi.
Berikut di bawah ini, penjelasan
mengenai beragamnya produk transaksi dari Bank BCA :
Produk
|
Keterangan
|
Produk
Simpanan
|
Tahapan
Tahapan Gold TabunganKu Giro Tapres Deposito Berjangka BCA Dollar BCA Ekstra |
Layanan
Transaksi
Perbankan |
Safe Deposit
Box
Transfer Remittance Collection and Clearing Bank Notes Travellers’ Cheque Virtual Account Open Payment Auto Debit Payroll Services |
Perbankan
Elektronik
|
ATM BCA
(multifungsi, non tunai dan setoran tunai)
Debit BCA Tunai BCA Flazz and Gaz Card Self Service Passbook Printer (SSPP) EDCBIZZ Internet Banking (KlikBCA Individu dan KlikBCA Bisnis) Mobile Banking (m-BCA) Call Center (HaloBCA) Phone Banking (BCA by Phone Business dan BCA by Phone Priority) SMS Top Up SMS Push Notifi cation |
Layanan Cash
Management |
Payable
Management / Disbursement
Receivable Management / Collection Liquidity Management B2B and B2C |
Kartu Kredit
|
BCA Card
BCA MasterCard BCA VISA |
Bancassurance
|
Provisa Max
/ Provisa Platinum Max
Optishield / Optishield Platinum Edusave / Edusave Platinum Pro Series Mediasave Plus |
Fasilitas
Kredit
|
Kredit
Pemilikan Rumah
Kredit Kendaraan Bermotor Kredit Modal Kerja Kredit Sindikasi Kredit Ekspor Trust Receipt Kredit Investasi Distributor Financing Supplier Financing Dealer Financing Warehouse Financing |
Bank Garansi
|
Bid Bond
Performance Bond Advance Payment Bond Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM) |
Fasilitas
Ekspor Impor
|
Letter of
Credit (L/C)
Negotiation Bankers Acceptance Bills Discounting Documentary Collections |
Fasilitas
Valuta Asing
|
Spot
Forward Swap Produk Derivatif lainnya |
·
SIM (System Information
Management)
Penggunaan
teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan
kompetitif Bank BCA. Berkat adopsi teknologi yang sangat selektif, bank BCA
telah diakui baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai pemimpin
dalam aplikasi teknologi. Keputusan dalam melakukan pemilihan teknologi selalu
didasarkan pada visi sebagai bank transaksional terkemuka. Itulah sebabnya
fokus Bank BCA adalah pada upaya memaksimalkan efisiensi operasional dan
menyempurnakan pelayanan. Menggunakan teknologi untuk mendukung tresuri,
pengelolaan risiko dan pengembangan saluran penghantaran yang terus-menerus.
Dengan memanfaatkan teknologi dan SDM
yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannya, baik jaringan
konvensional maupun elektronis, untuk memberikan pengalaman perbankan yang
paling nyaman bagi para nasabah.
Di tanggal 31 Maret 2011, para nasabah dapat menghubungi 902 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Di tingkat international, bekerja sama dengan lebih dari 1.915 bank koresponden di 107 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
Di tanggal 31 Maret 2011, para nasabah dapat menghubungi 902 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Di tingkat international, bekerja sama dengan lebih dari 1.915 bank koresponden di 107 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
Meskipun penggunaan jaringan
distribusi elektronik meningkat, kantor cabang tetap berperan penting sebagai
penghubung utama dengan nasabah. Kantor cabang merupakan sarana bagi nasabah
dalam berkomunikasi secara langsung dengan Bank maupun personilnya.
Sentra-sentra khusus yang terdapat di cabang-cabang, seperti BCABIZZ, BCA
Prioritas dan Solitaire menawarkan layanan khusus untuk meningkatkan kepuasan
dan membangun loyalitas nasabah.
Melalui pusat-pusat BCA Bizz, menyediakan jasa-jasa yang unik untuk memenuhi keperluan para pemilik usaha, seperti penyetoran uang tunai sesudah toko-toko mereka tutup serta jasa untuk mengambil atau mengantarkan uang tunai.
Melalui pusat-pusat BCA Bizz, menyediakan jasa-jasa yang unik untuk memenuhi keperluan para pemilik usaha, seperti penyetoran uang tunai sesudah toko-toko mereka tutup serta jasa untuk mengambil atau mengantarkan uang tunai.
Saat ini, sejumlah BCA
Bizz telah diresmikan di pusat-pusat perdagangan dan bisnis di beberapa
kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sementara itu,
kartu-kartu kredit BCA juga diterima di seluruh Indonesia juga di jutaan tempat
di seluruh dunia. Kartu kredit BCA memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti
Cicilan BCA yang memungkinkan pemegang kartu untuk mendapatkan semua
barang/jasa yang diinginkan dengan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan
berbelanja. Juga Reward BCA dimana setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA
kapanpun dan di manapun, pemegang kartu akan mendapat reward rupiah yang bisa
ditukarkan langsung dengan berbagai barang yang dibutuhkan. Kemudian fasilitas
AutoPay BCA yang akan membereskan beragam tagihan rutin seperti tagihan
listrik, telepon, asuransi dan sebagainya.
Berbagai teknologi e-banking juga
telah memungkinkan kami memperluas pilihan saluran penghantaran kami. Jaringan
ATM tersebar di lokasi-lokasi strategis
di seluruh Indonesia. Kartu Debit BCA kami juga diterima lebih 100.000 terminal
Electronic Data Capture (EDC), sementara kartu Tunai BCA memungkinkan para
merchant membantu para pembeli yang membutuhkan uang tunai dengan mendebit
dengan jumlah melebihi jumlah yang harus mereka bayar.
Dengan klikBCA, bagi individu maupun
pemilik bisnis berbagai layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka
masing-masing melalui Internet. Sementara itu, bagi mereka yang selalu
bepergian, jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top Up BCA,
BCA by Phone dan Halo BCA.
BCA telah mengembangkan
infrastruktur broadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data berkecepatan
tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang.
·
DSS (Decision Process
System)
Secara
internal, keberhasilan kinerja sistem TI yang andal mampu menghubungkan sistem
aplikasi dan kapasitas yang tersedia dengan layanan yang dibutuhkan unit-unit
bisnis. Di tahun 2010, BCA mulai menerapkan Service Oriented Architecture
(SOA), dimana SOA tersebut menyediakan arsitektur yang dapat diterapkan dan
dipergunakan ulang secara konsisten pada proyek-proyek serupa, baik dalam
aplikasi Business to Customer (B2C) atau Business to Business (B2B). Standar
SOA meningkatkan efi siensi dan percepatan pembuatan aplikasi karena
berkurangnya proses rancang ulang pada saat akan digunakan kembali oleh mitra
lain, seperti seperti terlihat dari aplikasi B2C untuk pembayaran tiket pesawat
melalui internet.
Selain itu, BCA mengembangkan suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan pemisahan rekening investor. Hal tersebut diperlukan bagi KSEI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan bagi investor dalam memonitor posisi dan penyelesaian transaksi (settlement accounts).
Selain itu, BCA mengembangkan suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan pemisahan rekening investor. Hal tersebut diperlukan bagi KSEI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan bagi investor dalam memonitor posisi dan penyelesaian transaksi (settlement accounts).
·
EIS (Excecutive Information System)
Sistem berbasis komputer untuk mendukung manajer
puncak dalam mengakses informasi (dalam
dan luar) secara mudah dan elevan dengan CSF (Critical Success Factor) organisasi
untuk hal tersebut EIS perlu dilengkapi dengan metode komunikasi datamodern,
data grafik, penyimpanan dan pengaksesan data secara luas dan interface yang
friendliness.
BCA saat ini memiliki dua mainframe
di dalam negeri. Karena setiap transaksi ditangani secara mirroring pada kedua
mainframe tersebut, maka setiap lokasi dapat beroperasi secara independen untuk
menangani keseluruhan beban operasi Bank. BCA juga memiliki mainframe yang
berfungsi sebagai Disaster Recovery Center di Singapura, yang dipersiapkan
untuk memastikan kelangsungan operasional dasar jika terjadi bencana yang
bersifat katastrofik di Jakarta.
Untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan jaringan, BCA telah mengimplementasikan sistem komunikasi redundant dengan kapasitas bandwith yang memadai pada seluruh cabang utama. Redudansi jaringan (network redundancy) ini merupakan komponen penting dari sistem TI kami untuk memberikan sistem jaringan yang dapat diandalkan dengan kinerja yang cepat (real time). Redundansi sistem jaringan tersebut dapat mencegah kegagalan pada satu titik dan memungkinkan jaringan pulih secara mandiri jika terjadi kegagalan, tanpa mengakibatkan interupsi atau kehilangan data.
Untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan jaringan, BCA telah mengimplementasikan sistem komunikasi redundant dengan kapasitas bandwith yang memadai pada seluruh cabang utama. Redudansi jaringan (network redundancy) ini merupakan komponen penting dari sistem TI kami untuk memberikan sistem jaringan yang dapat diandalkan dengan kinerja yang cepat (real time). Redundansi sistem jaringan tersebut dapat mencegah kegagalan pada satu titik dan memungkinkan jaringan pulih secara mandiri jika terjadi kegagalan, tanpa mengakibatkan interupsi atau kehilangan data.
1.
Apa maksudnya ”Teknologi Menciptakan Keunggulan Kompetitif”? Kaitkan dengan
teori 5 forces competitivenya Porter.
à Maksudnya ” Teknologi Menciptakan Keunggulan Kompetitif” bagi perusahaan
adalah untuk
memandang teknologi sebagai perangkat strategik yang sangat penting dan
merupakan suatu kebutuhan kompetitif, bukan hanya sebagai perangkat yang
terlalu mahal atau kompleks. Teknologi menciptakan peluang untuk membangun
keunggulan kompetitif mulai dari pengembangan produk hingga akses terhadap
pasar global. Dalam setiap bisnis orang selalu berusaha unggul melalui
teknologi.
Kaitannya dengan teori 5
forces competitive Porter adalah strategi bisnis yang digunakan untuk melakukan
analisis dari sebuah sector industry yang dianalisis dengan menggunakan sistem
Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif. Yaitu dengan cara memperluas
value chain model atau nilai web. Yaitu dengan sistem jaringan yang dapat
menyingkronkan value chain dari mitra bisnis dalam suatu industry untuk
merespon dengan cepat terhadap perubahan, penawaran dan permintaan.
1.
Masuknya competitor baru
Bagaimana cara yang mudah
atau sulit untuk competitor baru untuk mulai bersaing industry yang sudah ada.
Ancaman Kompetitor baru tergantung pada skala ekonomis, modal untuk investasi,
akses untu ditribusi, akses ke teknologi, brand loyalty (apakah pelanggan setia
dengan brand tertentu), Peraturan Pemerintah.
2.
Ancaman produk atau jasa pengganti
Cara mudah masuknya produk
dan jasa yang
sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya yang lebih murah. Kualitas,
apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik/buruk? Keinginan pembeli untuk
beralih ke produk jasa pengganti, harga dan performa dari produk jasa pengganti.
3.
Daya Tawar Menawar dari Pembeli
Bagaimana kuatnya posisi
pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan untuk menentukan kemana dia akan melakukan
transaksi. Daya tawar menawar pembeli, tergantung pada konsentrasi dari
pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual, diferensiasi
dari produk (apakah produk tersebut standard atau tidak), profitabilitas
pembeli, kualitas dari produk dan service, perpindahan biaya, seberapa mudah
pembeli beralik ke pemasok lainnya.
4.
Daya Tawar dari supplier
Bagaimana kuatnya posisi
penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya beberapa supplier saja, bisa
jadi mereka memonopoli supply barang. Daya tawar dari supplier tergantung pada
: konsentrasi dari supplier (apakah banyak pembeli dan sedikit supplier), brand
(apakah brand supplier tersebut sudah kuat) profitabilitas supplier, pemasok
masuk ke dalam industry (produsen mengatur sendiri gerai ritelnya), pembeli
tidak berpindah ke supplier yang lain (kualitas dari produk dan service),
perpindahan biaya (seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru).
5.
Persaingan Antara pemain yang sudah ada
Bagaimana kuatnya persaingan,
apakah ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama, tergantung pada :
-
Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat
banyak industry kecil atau memiliki pemimpin pasar maka persaingan semakin
sedikit.
-
Struktur dan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah
beralih ke biaya tinggi.
-
Tujuan strategis, jika competitor
mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
-
Ketika hambatan untuk meninggalkan industry semakin tinggi persaingan
akan semakin besar.
Yang telah disebutkan diatas berpengaruh pula
pada Value chain, aktivitas khusus yang menekankan terhadap penerapan
kompetitif yang paling baik. Caranya juga agar tetap termanage dengan baik
dengan mempertahankan keunggulan yang kompetitif, melakukan analisis sistem
strategis, dan mengelola transisi secara strategis. Karena itulah E-commerce
tidak dapat dipisahkan dengan keunggulan kompetitif dengan menggunakan
teknologi informasi yang semakin berkembang.


No comments:
Post a Comment