All About SIM




 Profile of OUR Lecturer


        Basic Info

Name:
STEFANUS SADANA
Category:
Organizations - Academic Organizations
Description:
Ayo nge-BLOG dan BROADCAST yourself
Privacy Type:
Open: All content is public.

Contact Info

Email:
sadana@perbanasinstitute.ac.id
Office:
ABFI Isstitute Perbanas
Location:
Jln Perbanas Karet Kuningan Setiabudi Jakarta 12940, Jakarta, Indonesia

Work and Education

Employer


  • Senior Partner · Feb 2011 to present · Jakarta, Indonesia
    Guiding softskills and managerial skills for manager


  • Lecturer
    I teach for some subject: HR, IT, Selling


  • Dosen · Dec 2002 to Dec 2008 · Jakarta, Indonesia
    @mata kuliah: Kepemimpinan Manajemen Tim Customer Services Manajemen Sumber Daya Manusia Sistem Informasi Manajemen


  • Nov 1991 to Feb 2008 · Jakarta, Indonesia
    @Dosen MM: Manajemen Sumber Daya Manusia Perencanaan dan Pengembangan SDM @Dosen S1: Koordinator Konsentrasi MSDM Seminar SDM Perencanaan dan Pengembangan SDM Performance Appraisals dan Balas Jasa

Grad School

College

High School
1.       Dengan mengacu pada kasus BPR KS di atas: jelaskan pengertian sistem informasi! Apa bedanya dengan teknologi informasi? Apa manfaat Sistem Informasi manajemen?

Sistem informasi mengacu pada kasus BPR KS di atas adalah suatu sistem yang berbasis komputer menyediakan informasi bagi kantor cabang Bank BPR KS mengenai pertumbuhan jumlah nasabah dan  pertumbuhan kredit baik dari segi nominal maupun account dengan memberikan nilai tambah bagi para nasabahnya.

Bedanya dengan teknologi informasi  pada kasus diatas adalah seperangkat alat yang membantu sistem informasi dalam melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informal, yaitu kasusnya pada bank BPR KS ini dalam menjalankan sistem informasi tersebut.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen untuk penyimpanan data secara elektronik, mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen, dengan dukungan sistem informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan mudah diakses mengenai kondisi penjualan suatu perusahaan, keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap dinamika pasar yang ada, pengurangan biaya operasional, pengurangan jumlah sumber daya manusia adalah dalam proses pencatatan transaksi keuangan. Akses transaksi pun menjadi semakin lancar dan cepat juga dengan tambahan fasilitas setoran tunai melalui mesin ADM (Automatic Deposit Machine), Pembayaran dapat langsung auto debet dari rekening tabungan induk (Sadaya Praktis atau Sadaya Klasik). BPR KS ini juga menyediakan electronic gateway dan fasilitas dilengkapi dengan system informasi berbasis computer (CBIS) yang bermanfaat memudahkan para nasabahnya dalam kagiatan usaha. Yaitu dengan  mengoperasikan 39 unit ATM, 10 unit ADM (Automatic Deposit Machine), 28 unit SSPP (Self-Service Passbook Printer), Phone Banking, Call Center 24 jam, SMS Banking & SMS Broadcast, dan terhubung dengan ATM Bersama, serta EDC (Electronic Data Capture).

2.     Apa perbedaan Data dan Informasi! Bagaimana BPR KS mengolah data menjadi informasi dalam DBMSe management systems)?
·         Data :
- Informasi yang disimpan yang dapat sewaktu-waktu di gunakan oleh penggunannya
-  Raw material untuk suatu informasi
-  Tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerluka
- Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
- Catatan atas kumpulan fakta.
- Suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
- Data diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri (deskripsi)
·         Informasi:
- sesuatu data yang dikumpulkan untuk mengambil suatu keputusan.
- pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
- pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita
- berupa koleksi data dan fakta (informasi statistik).
data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan

à Dengan menggunakan Sistem informasi yang dibantu dengan teknologi informasi CBIS, Saat ini mereka telah mengoperasikan 39 unit ATM, 10 unit ADM (Automatic Deposit Machine), 28 unit SSPP (Self-Service Passbook Printer), Phone Banking, Call Center 24 jam, SMS Banking & SMS Broadcast, dan terhubung dengan ATM Bersama, serta EDC (Electronic Data Capture). Dengan adanya sistem informasi tersebut diharapkan dapat membantu para nasabah dalam mencari informasi dan mengambil keputusan dengan akses yang lebih memudahkan dari segi waktu, operasional dan akses yang cepat.


3.     Sebutkan bank/financial institution yang sistem informasinya bagus menurut Anda  dengan menunjukkan bukti-bukti! (TPS, SIM, DSS, EIS, AO, dsb.) Jelaskan dengan menggunakan contoh pengalaman Anda.
Bank BCA mengimplementasikan program layanan transaksi perbankan yang lengkap dan terintegrasi serta Keunggulannya sebagai bank transaksional, BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabahnya. Sebagai lembaga intermediari keuangan, BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna, efisien dan mudah.
·         Dari segi TPS (Transaction Processing System)
Bank BCA mempunyai rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang actual bagi para nasabahnya, Jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia, Per 31 Maret 2011 telah memiliki sekitar 7.555 ATM tunai maupun non-tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. Bank BCA juga secara terus menyempurnakan setiap produk atau jasa kami dengan menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam menggunakannya. Semakin banyak fasilitas kami sediakan di ATM, KlikBCA Individual Internet banking, m-BCA mobile banking, dan sebagainya. Bagi komunitas bisnis, terutama para pelaku UKM, kami menyediakan jajaran produk dan jasa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk dan jasa ini, antara lain, adalah KlikBCA Bisnis dan BCA Bizz. juga menyediakan berbagai jenis produk kredit untuk memenuhi keperluan pelanggan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan kredit-kredit korporasi.
Berikut di bawah ini, penjelasan mengenai beragamnya produk transaksi dari Bank BCA :
 
Produk
Keterangan
Produk Simpanan
Tahapan
Tahapan Gold
TabunganKu
Giro
Tapres
Deposito Berjangka
BCA Dollar
BCA Ekstra
Layanan Transaksi
Perbankan
Safe Deposit Box
Transfer
Remittance
Collection and Clearing
Bank Notes
Travellers’ Cheque
Virtual Account
Open Payment
Auto Debit
Payroll Services
Perbankan Elektronik
ATM BCA (multifungsi, non tunai dan setoran tunai)
Debit BCA
Tunai BCA
Flazz and Gaz Card
Self Service Passbook Printer (SSPP)
EDCBIZZ
Internet Banking (KlikBCA Individu dan KlikBCA Bisnis)
Mobile Banking (m-BCA)
Call Center (HaloBCA)
Phone Banking (BCA by Phone Business dan BCA by Phone Priority)
SMS Top Up
SMS Push Notifi cation
Layanan Cash
Management
Payable Management / Disbursement
Receivable Management / Collection
Liquidity Management
B2B and B2C
Kartu Kredit
BCA Card
BCA MasterCard
BCA VISA
Bancassurance
Provisa Max / Provisa Platinum Max
Optishield / Optishield Platinum
Edusave / Edusave Platinum
Pro Series
Mediasave Plus
Fasilitas Kredit
Kredit Pemilikan Rumah
Kredit Kendaraan Bermotor
Kredit Modal Kerja
Kredit Sindikasi
Kredit Ekspor
Trust Receipt
Kredit Investasi
Distributor Financing
Supplier Financing
Dealer Financing
Warehouse Financing
Bank Garansi
Bid Bond
Performance Bond
Advance Payment Bond
Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM)
Fasilitas Ekspor Impor
Letter of Credit (L/C)
Negotiation
Bankers Acceptance
Bills Discounting
Documentary Collections
Fasilitas Valuta Asing
Spot
Forward
Swap
Produk Derivatif lainnya


·         SIM (System Information Management)
Penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan kompetitif Bank BCA. Berkat adopsi teknologi yang sangat selektif, bank BCA telah diakui baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai pemimpin dalam aplikasi teknologi. Keputusan dalam melakukan pemilihan teknologi selalu didasarkan pada visi sebagai bank transaksional terkemuka. Itulah sebabnya fokus Bank BCA adalah pada upaya memaksimalkan efisiensi operasional dan menyempurnakan pelayanan. Menggunakan teknologi untuk mendukung tresuri, pengelolaan risiko dan pengembangan saluran penghantaran yang terus-menerus.
Dengan memanfaatkan teknologi dan SDM yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannya, baik jaringan konvensional maupun elektronis, untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah.

Di tanggal 31 Maret 2011, para nasabah dapat menghubungi 902 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Di tingkat international, bekerja sama dengan lebih dari 1.915 bank koresponden di 107 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
Meskipun penggunaan jaringan distribusi elektronik meningkat, kantor cabang tetap berperan penting sebagai penghubung utama dengan nasabah. Kantor cabang merupakan sarana bagi nasabah dalam berkomunikasi secara langsung dengan Bank maupun personilnya. Sentra-sentra khusus yang terdapat di cabang-cabang, seperti BCABIZZ, BCA Prioritas dan Solitaire menawarkan layanan khusus untuk meningkatkan kepuasan dan membangun loyalitas nasabah.

Melalui pusat-pusat BCA Bizz, menyediakan jasa-jasa yang unik untuk memenuhi keperluan para pemilik usaha, seperti penyetoran uang tunai sesudah toko-toko mereka tutup serta jasa untuk mengambil atau mengantarkan uang tunai.
Saat ini, sejumlah BCA Bizz telah diresmikan di pusat-pusat perdagangan dan bisnis di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sementara itu, kartu-kartu kredit BCA juga diterima di seluruh Indonesia juga di jutaan tempat di seluruh dunia. Kartu kredit BCA memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti Cicilan BCA yang memungkinkan pemegang kartu untuk mendapatkan semua barang/jasa yang diinginkan dengan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan berbelanja. Juga Reward BCA dimana setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA kapanpun dan di manapun, pemegang kartu akan mendapat reward rupiah yang bisa ditukarkan langsung dengan berbagai barang yang dibutuhkan. Kemudian fasilitas AutoPay BCA yang akan membereskan beragam tagihan rutin seperti tagihan listrik, telepon, asuransi dan sebagainya.
Berbagai teknologi e-banking juga telah memungkinkan kami memperluas pilihan saluran penghantaran kami. Jaringan ATM  tersebar di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia. Kartu Debit BCA kami juga diterima lebih 100.000 terminal Electronic Data Capture (EDC), sementara kartu Tunai BCA memungkinkan para merchant membantu para pembeli yang membutuhkan uang tunai dengan mendebit dengan jumlah melebihi jumlah yang harus mereka bayar.
Dengan klikBCA, bagi individu maupun pemilik bisnis berbagai layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing melalui Internet. Sementara itu, bagi mereka yang selalu bepergian, jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top Up BCA, BCA by Phone dan Halo BCA.
BCA telah mengembangkan infrastruktur broadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data berkecepatan tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang.
·         DSS (Decision Process System)
Secara internal, keberhasilan kinerja sistem TI yang andal mampu menghubungkan sistem aplikasi dan kapasitas yang tersedia dengan layanan yang dibutuhkan unit-unit bisnis. Di tahun 2010, BCA mulai menerapkan Service Oriented Architecture (SOA), dimana SOA tersebut menyediakan arsitektur yang dapat diterapkan dan dipergunakan ulang secara konsisten pada proyek-proyek serupa, baik dalam aplikasi Business to Customer (B2C) atau Business to Business (B2B). Standar SOA meningkatkan efi siensi dan percepatan pembuatan aplikasi karena berkurangnya proses rancang ulang pada saat akan digunakan kembali oleh mitra lain, seperti seperti terlihat dari aplikasi B2C untuk pembayaran tiket pesawat melalui internet.

Selain itu, BCA mengembangkan suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan pemisahan rekening investor. Hal tersebut diperlukan bagi KSEI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan bagi investor dalam memonitor posisi dan penyelesaian transaksi (settlement accounts).

·         EIS (Excecutive Information System)
Sistem berbasis komputer untuk mendukung manajer puncak dalam mengakses informasi  (dalam dan luar) secara mudah dan elevan dengan CSF (Critical Success Factor) organisasi untuk hal tersebut EIS perlu dilengkapi dengan metode komunikasi datamodern, data grafik, penyimpanan dan pengaksesan data secara luas dan interface yang friendliness.
BCA saat ini memiliki dua mainframe di dalam negeri. Karena setiap transaksi ditangani secara mirroring pada kedua mainframe tersebut, maka setiap lokasi dapat beroperasi secara independen untuk menangani keseluruhan beban operasi Bank. BCA juga memiliki mainframe yang berfungsi sebagai Disaster Recovery Center di Singapura, yang dipersiapkan untuk memastikan kelangsungan operasional dasar jika terjadi bencana yang bersifat katastrofik di Jakarta.

Untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan jaringan, BCA telah mengimplementasikan sistem komunikasi redundant dengan kapasitas bandwith yang memadai pada seluruh cabang utama. Redudansi jaringan (network redundancy) ini merupakan komponen penting dari sistem TI kami untuk memberikan sistem jaringan yang dapat diandalkan dengan kinerja yang cepat (real time). Redundansi sistem jaringan tersebut dapat mencegah kegagalan pada satu titik dan memungkinkan jaringan pulih secara mandiri jika terjadi kegagalan, tanpa mengakibatkan interupsi atau kehilangan data.

 
1.       Apa maksudnya ”Teknologi Menciptakan Keunggulan Kompetitif”? Kaitkan dengan teori 5 forces competitivenya Porter.

à Maksudnya ” Teknologi Menciptakan Keunggulan Kompetitif” bagi perusahaan adalah untuk memandang teknologi sebagai perangkat strategik yang sangat penting dan merupakan suatu kebutuhan kompetitif, bukan hanya sebagai perangkat yang terlalu mahal atau kompleks. Teknologi menciptakan peluang untuk membangun keunggulan kompetitif mulai dari pengembangan produk hingga akses terhadap pasar global. Dalam setiap bisnis orang selalu berusaha unggul melalui teknologi.

Kaitannya dengan teori 5 forces competitive Porter adalah strategi bisnis yang digunakan untuk melakukan analisis dari sebuah sector industry yang dianalisis dengan menggunakan sistem Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif. Yaitu dengan cara memperluas value chain model atau nilai web. Yaitu dengan sistem jaringan yang dapat menyingkronkan value chain dari mitra bisnis dalam suatu industry untuk merespon dengan cepat terhadap perubahan, penawaran dan permintaan.

1.      Masuknya competitor baru
Bagaimana cara yang mudah atau sulit untuk competitor baru untuk mulai bersaing industry yang sudah ada. Ancaman Kompetitor baru tergantung pada skala ekonomis, modal untuk investasi, akses untu ditribusi, akses ke teknologi, brand loyalty (apakah pelanggan setia dengan brand tertentu), Peraturan Pemerintah.
2.      Ancaman produk atau jasa pengganti
Cara mudah masuknya produk dan jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya yang lebih murah. Kualitas, apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik/buruk? Keinginan pembeli untuk beralih ke produk jasa pengganti, harga dan performa dari produk jasa pengganti.
3.      Daya Tawar Menawar dari Pembeli
Bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan untuk menentukan kemana dia akan melakukan transaksi. Daya tawar menawar pembeli, tergantung pada konsentrasi dari pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual, diferensiasi dari produk (apakah produk tersebut standard atau tidak), profitabilitas pembeli, kualitas dari produk dan service, perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli beralik ke pemasok lainnya.
4.      Daya Tawar dari supplier
Bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang. Daya tawar dari supplier tergantung pada : konsentrasi dari supplier (apakah banyak pembeli dan sedikit supplier), brand (apakah brand supplier tersebut sudah kuat) profitabilitas supplier, pemasok masuk ke dalam industry (produsen mengatur sendiri gerai ritelnya), pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain (kualitas dari produk dan service), perpindahan biaya (seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru).
5.      Persaingan Antara pemain yang sudah ada
Bagaimana kuatnya persaingan, apakah ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama, tergantung pada :
-          Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industry kecil atau memiliki pemimpin pasar maka persaingan semakin sedikit.
-          Struktur dan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
-          Tujuan strategis, jika competitor  mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
-          Ketika hambatan untuk meninggalkan industry semakin tinggi persaingan akan semakin besar.
Yang telah disebutkan diatas berpengaruh pula pada Value chain, aktivitas khusus yang menekankan terhadap penerapan kompetitif yang paling baik. Caranya juga agar tetap termanage dengan baik dengan mempertahankan keunggulan yang kompetitif, melakukan analisis sistem strategis, dan mengelola transisi secara strategis. Karena itulah E-commerce tidak dapat dipisahkan dengan keunggulan kompetitif dengan menggunakan teknologi informasi yang semakin berkembang.
 









No comments:

Post a Comment